wildan suhartini

Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku ilmu dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh. (Asy-syu'ara : 83)


1 Komentar

Menyelam Hikmah di Negeri Tiongkok

wuxi-international-cherry-blossom

Nyatanya kita sering sok-tahu, padahal tak tahu apa-apa.
Merasa benar, padahal tidak pernah benar-benar merasa.
Sama halnya dengan merasa pintar, sejatinya tidak pintar dalam “merasa”.

Ada banyak rencana yang seseorang rancang, termasuk tidak merencanakan apa-apa. Jika apa yang terjadi tidak sesuai rencana, apakah itu dikatan gagal? Gagal di mata kita, berdasarkan standar yang kita buat, iya. Itu gagal. Tapi, apakah benar bahwa kita benar-benar tahu apa yang diri kita butuhkan? Jika iya, maka kosakata “gagal” tidak akan pernah ada, yang ada adalah “ Tuhan sedang  membimbing kita dengan caranya” karena boleh jadi cara dan posisi/tujuan yang ingin kita raih tidak tepat dengan diri kita yang sebenarnya.

Lalu kenapa kita merasa sakit ketika ‘gagal’? karena kita sok tahu dengan apa-apa yang dianggap baik untuk diri kita.

Pepatah bilang : “Kebijaksanaan lahir dari pengalaman dan pemahaman”, maka bersyukurlah ketika ada begitu banyak pengalaman yang tidak begitu kita inginkan. Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

Rasa

image

Pesan Bang Darwis:
Sebenarnya, kita lebih sering jatuh cinta kepada orang yang membuat kita nyaman, plus lucu alias punya selera humor yang baik.
Lantas kenapa kita menghabiskan banyak waktu untuk terlihat tampan, cantik, gagah, imut, dsb.??

Nyaman itu datang dari akhlak (perilaku) yang baik;

Selera humor yang baik datang dari pengetahuan yang luas. (Bang Darwis)


Tinggalkan komentar

Tabir Kepalsuan

tabir kepalsuan

Telah kupaparkan segalanya padamu siapa diriku
Kini kuserahkan kepadamu untuk menentukan sikapmu
Kan ku terima itu walaupun hati pedih dan merana
Karna kutau tak seorangpun bisa memaksakan cinta

*tiba-tiba jatuh cinta sama lagu ini, entah mengapa rasanya nusuk. padahal gak ada angin-hujan, gak ada sebab. Padah ini lagu dulu sering dinyanyikan Appa, dan sering saya ledek.


Tinggalkan komentar

Misaeng (Hidup yang belum Utuh)

misaeng2

Karena telah melupakan mimpi, bukan berarti mimpi itu benar-benar hilang. Hanya karena memilih jalan lain, bukan berarti jalan itu lenyap.

“Harapan tidak bisa dibilang ada, juga tidak bisa dibilang tidak ada. Sama halnya degan jalan yang ada di bumi. Awalnya, bumi tidak memiliki jalan, tapi saat banyak orang yang melewatinya, sebuah jalanpun terbentuk.” (Lu Xun)

Sebuah jalan akan terbuka, saat menyusurinya. jalan yang tidak terbuka, bukanlah sebuah jalan. jalan terbuka untuk semua orang. Tapi, tidak semua orang dapat memiliki jalan itu. Jalan lain telah terbuka. Dan aku tak sendiri.

Kontemplasi setelah meminta pendapat ke seseorang, yang selama ini di panggil “Appa”, beliau bilang: “Jika masih memegang teguh cita-cita dan alasan mengapa memilih kuliah di jurusan itu, maka menerima tawaran asdos bukan kunci yang tepat menuju cita-cita itu. Kedepannya akan ada banyak pilihan dan jalan bercabang. semua keputusan, ada ditanganmu. Appa, percaya keputusanmu”


Tinggalkan komentar

Dear, Pecemburu

cemburu

Berhentilah membuat luka dihati, sesekali mencoba melepaskan, merelakan hingga tak ada lagi rasa sesak.

Kau bilang, cemburu tandanya sayang yang amat, tak terelakkan. Apakah ungkapan sayang hanya sebatas rasa cemburu yang berlebihan?. Tentu, tentu saja boleh cemburu, tapi tidak dengan ‘berlebihan’ jika tak ingin luka di hati semakin menganga

Ketika cemburu melebihi kadarnya, siapa yang paling terluka? Diri sendiri, percayalah!
Tidur tak lagi nyenyak, makan terasa hambar, was-was, sedikit-sedikit curiga, gelisah rasanya hati.

Alih-alih selalu curiga, dan iri hati. Bagaimana jika belajar dari mereka yang dicemburui.
Belajar mendengarkan, hingga menjadi orang pertama yang dicari saat butuh becerita
Belajar memahami, membuatnya merasa nyaman. Bukan tertekan.
Menjadi yang pertama, selalu menjadi yang pertama meski tanpa memaksa dia, bahwa kita harus menjadi yang pertama.

Cemburu, dekat sekali dengan iri. Ujung-ujungnnya membenci. Baca lebih lanjut


3 Komentar

(Bukan) Hanya Omelan

zona+halal2-2

Jangan lupa makan
Jangan lupa Sholat

Sapaan, omelan, atau nasihat lama yang mungkin saja sudah hampir usang. Apakah tidak ada sapaan lain, ketika bingung harus menyapa apa. ketika tak ada lagi cerita menarik, padahal waktu bertelepon masih lama. Padahal Mamak masih merindukan suara anaknya di seberang sana
Nyatanya, akan makan ketika lapar. Begitulah salah satu cara manusia bertahan hidup.
Akan sholat ketika tiba waktunya, ratusan speaker mesjid tak pernah bosan mengingatkan. (Yeah, Itu salah satu cara manusia besyukur. bentuk ketaatan yang paling dasar) Baca lebih lanjut


1 Komentar

Pengakuan

kenangan-dan-masa-lalu

Jika waku dalam hari memiliki rasa iri, mungkin dari sekian banyak waktu mestinya iri kepada waktu di penghujung Malam. Waktu dimana rahasia paling menyakitkan, paling rapat ditutup oleh banyak manusia, perlahan-lahan diakui, jujur sekali manusia di sepenghujung malam. Waktu pemegang banyak rahasia manusia.

Katanya, di penghujung malam, manusia masih banyak yang terlelap, bersembunyi dan melindungi diri dari dingin malam di balik selimut tebal. Tapi hey, coba lihat pasar tradisional, aktivitas ekonomi mulai menggeliat. Ramai sekali. Lebih ramai dari siang. Mungkin, yang sedikit adalah manusia yang menghabisakan sepenggal penghujung malamnya dengan Tuhan, dengan dirinya, dan dengan segala pengakuannya. Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

Best Alarm ; Kualitas Bangun

weker

Sebelum nulis ini, tiba-tiba inget masa-masa dipesantren pas jaman esempe-esema, kalau dihitung-hitung selama di pesantren mungkin saya sudah habis belasan jam weker. tujuannya apa? cuma buat bangun di waktu yang tepat sebelum di gubrak-gubrak petugas pesantren, terus rebutan antri di kamar mandi. enggak banget kalau sampe antri di kamar mandi. jadi saya putuskan bangun 1 -2 jam sebelum orang lain bangun. peduli aman gosip yang bilang di lorong menuju kamar mandi bawah ada banyak hantu, toh alhamdulillah kita tidak sempet ketemu ya, Hant. (uppss) Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

Malam Tahun Baru: Gabut

Ada beberapa tulisan niatnya akan di posting setelah sekian lama menghilang dari peredaran blog dan sejenisnya. tapiiiiii suasana hati tidak mendukung. Sendirian di kontrakan, di luar hujan lebat, tidak ada stok buku yang belum dibaca pun tidak ada lagi revisian skripsi yang belum dikerjakan (cuma ada buku Toefl yang belom selesai dibaca XD ). Bosen nyuci pakaian, ngepel dan beres-beres. Giliran mainin rambut (mungkin sudah puluhan kali di sisir dalam sehari ini), guling-guling, salto, dan melamun melototin youtobe. Haruskah masak gurita lagi? (padahal hanya tinggal ada bawang merah to -_- ). Hari dan Malam tanpa rencana, tanpa kegiatan, itu teh saat-saat paling enggak lucu.
Tidur? Baru saja bangun..
Belajar buat UAS?? ini teh pekan sunyi, sstttt (males). enggak ada jadwal baca materi buat sekarang!! (tumben belajar 😀 )

Meskipun kadang rencana tidak berjalan mulus sesuai harapan, setidaknya ada ikhtiar bahwa setiap detik akan dimanfaatkan dengan maksimal. Ada niat dan tekad, ada harapan dan ada keyakinan. Maka, berencanalah…. Rencanakan 😉


2 Komentar

‘Lubang Kelinci’~Sistem Bank & Uang~

The Book Of Codes

“If People understood the banking system they would revolt” ~Henry Ford~

Belajar dari buku karya Zaynur Ridwan, memahami sistem kerja Bank secara sederhana.
Chapter (39) : 224 – 233

Setengah berbisisk Khalifa bertanya, “ Barusan anda mengatakan sistem keuangan yang ada sekarang ini kejam. Apakah karena sistem ingin mengenakan bunga uang pada setiap lembar uang yang dicetak?”

Eyang raden menjawab “Bunga uang adalah dasar untuk menciptakan kekayaan. Meskipun beberapa metode lain yang berkembang saat ini tidak hanya menjerumuskanmu melalui bunga, tetapi pada dasarnya bunga uanglah yang menciptakann inflasi. Setiap tahun nilai atas uang yang kau miliki terus berkurang. Bila tiga dekade yang lalu kau membeli motor seharga 2,5 juta rupiah, tahun ini kau hanya akan mendapat sepeda dengan nilai yang sama. Ini berarti uang yang kau milki mengalami degradasi nilai. Baca lebih lanjut